Ayu Novita
Universitas Jember, Indonesia
Rafael Purtomo
Universitas Jember, Indonesia
Sebastiana Viphindrartin
Universitas Jember, Indonesia
DOI:
ABSTRACT
Tobacco is an export commodity cultivated annually by farmers in Wuluhan District. This study aims to determine the principal-agent institutional structure between traders and tobacco farmers, the magnitude of economic transaction costs within the principal-agent institutional structure, and the role of the principal-agent institutional structure in managing the transaction cost structure in the Besuki Na Oogst tobacco trade system in Wuluhan District. This study used primary data and 45 tobacco farmers and 7 belandang as respondents. The analytical tool used was snowball sampling, with data triangulation as a data validity checking technique. The results indicate that: 1) In Wuluhan District, a principal-agent institutional relationship exists in the tobacco trade system, with traders or belandang acting as principals and tobacco farmers acting as agents, prioritizing trust. 2) Economic transaction costs are greater in the pre-harvest period, with tobacco farmers bearing the largest transaction costs and a smaller share of profits than belandang. 3) The existence of a principal-agent institution to minimize risk has not been implemented proportionally because the majority of risks and transaction costs remain borne by tobacco farmers. The government should facilitate the formation of farmer organizations such as cooperatives that differ from existing cooperatives. These cooperatives aim to reduce transaction costs and strengthen the bargaining position of tobacco farmers.
Keywords: agent, transaction costs, institution, trade system
ABSTRAK
Tembakau merupakan salah satukomoditi ekspor yang selalu diusahakan setiap tahunnya oleh petani di Kecamatan Wuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kelembagaan principal-agent antara pedagang dengan petani tembakau, besar biaya transaksi ekonomi dalam kelembagaan principal-agent, dan
peran kelembagaan principal-agent dalam mengelola struktur biaya transaksi dalam tata niaga tembakau Besuki Na Oogst di Kecamatan Wuluhan. Penelitian ini menggunakan data primer dan petani tembakau berjumlah 45 orang dan7 orang belandang sebagai responden. Alat analisis yang digunakan adalah snowball sampling dengan teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Di Kecamatan Wuluhan terjadi hubungan kelembagaan principal-agent dalam tata niaga tembakau, dimana pedagang atau belandang sebagai principal dan petani tembakau sebagai agent dengan mengutamakan dasar kepercayaan. 2) Biaya transaksi ekonomi lebih banyak dikeluarkan pada masa sebelum panen dengan petani tembakau sebagai penanggung biaya transaksi paling besar, dan share keuntungan lebih kecil dari belandnag. 3) Adanya kelembagaan principal-agent untuk meminimalkan resiko belum terwujud secara proporsional karena sebagian besar resiko dan biaya transaksi tetap dibebankan kepada petani tembakau. Bagi pemerintah seharusnya memfasilitasi pembentukan organisasi petani seperti koperasi yang berbeda dengan koperasi-koperasi yang sudah ada. koperasi tersebut bertujuan untuk mengurangi biaya transaksi dan memperkuat posisi tawar petani tembakau.
Kata Kunci : agen, biaya transaksi, kelembagaan, tata niaga
Published
02-08-2017
Issue
Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
Pages
1-6
License
Copyright (c) 2017 Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
How to Cite
Novita, A., Purtomo, R., & Viphindrartin, S. (2017). Analisis kelembagaan principal-agent dan property right komoditas tembakau terhadap biaya transaksi di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Jurnal Ekuilibrium, 1(2) p.1-6