Seli Ika Setia Tantri
Universitas Jember, Indonesia
Moh. Adenan
Universitas Jember, Indonesia
Aisah Jumiati
Universitas Jember, Indonesia
DOI:
ABSTRACT
The 2008/2009 global economic crisis triggered financial system instability, particularly in Indonesia and Thailand. This study aims to analyze the influence of GDP, inflation, and interest rates as macroeconomic indicators on the stability of the commercial banking industry in Indonesia and Thailand in the short and long term. The analysis method used is the Vector Error Correction Model (VECM) with the independent variables being Gross Domestic Product (GDP), inflation, and interest rates. The data used in this study is secondary data from Q1 2007 to Q4 2016. This study uses the Impulse Response Function (IRF) and Variance Decomposition (VD) to determine the impact of macroeconomic indicator shocks on the stability of the commercial banking industry in Indonesia and Thailand. This study provides new empirical evidence regarding the influence of macroeconomic indicators on the stability of the commercial banking industry in Indonesia and Thailand. The analysis results indicate that GDP does not have a significant impact on the stability of the banking industry in Indonesia and Thailand in either the short or long term. Inflation has a significant impact on the stability of the banking industry in Indonesia in the short term, while in Thailand, inflation has a significant impact on the stability of the commercial banking industry in both the short and long term. Interest rates do not have a significant impact on the stability of the commercial banking industry in Indonesia in the short term, but they do have a significant impact in the long term. Interest rates have a significant impact on the stability of the commercial banking industry in Thailand in both the short and long term. One form or effort to maintain financial system stability in both countries is financial integration and monetary policy, which focuses on cooperation in maintaining a stable financial system and a stable exchange rate, including preventing a recurrence of financial crises.
Keywords: GDP, inflation, commercial bank stability, interest rates
ABSTRAK
Krisis ekonomi global tahun 2008/2009 menjadi pemicu instabilitas sistem keuangan, khususnya Indonesia dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GDP, inflasi dan suku bunga sebagai indikator makroekonomi terhadap satbilitas industri perbankan komersial di Indonesai dan Thailand dalam jangka pendek dan panjang. Metode analisis yang digunakan Vector Error Correction Model (VECM) dengan variabel independen yaitu Gross Domestic Product (GDP), inflasi dan suku bunga. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari Q12007 hingga Q42016. Penelitian ini menggunakan Impulses Responses Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD) untuk mengetahui guncangan indikator makroekonomi terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Indonesia dan Thailand. Penelitian ini memberikan bukti empiris yang baru mengenai pengaruh indikator makroekonomi terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Indonesia dan Thailand. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa GDP tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan di Indonesia dan Thailand baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan di Indonesia dalam jangka pendek, sedangkan untuk negara Thailand inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan komersial baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Suku bunga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Indonesia dalam jangka pendek, namun memiliki pengaruh yang signifikan dalam jangka panjang. Suku bunga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan komersial di Thailand baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Salah satu bentuk atau upaya untuk dapat menjaga stabilitas sistem keuangan di kedua negara adalah integrasi keuangan dan kebijakan moneter yang berfokus pada bentuk kerjasama dalam memelihara sistem keuangan yang stabil dan nilai tukar yang stabil termasuk mencegah terjadinya krisis keuangan terulang kembali.
Keywords: GDP, inflasi, stabilitas bank komersial, suku bunga
Published
02-08-2017
Issue
Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
Pages
7-13
License
Copyright (c) 2017 Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
How to Cite
Tantri, S. I. S., Adenan, M., & Jumiati, A. (2021). Analisis indikator makroekonomi pada stabilitas industri perbankan komersial di Indonesia dan Thailand. Jurnal Ekuilibrium, 5(1). p.7-13