Yuli Wulandari
Universitas Jember, Indonesia
Endah Kurnia Lestari
Universitas Jember, Indonesia
I Wayan Subagiarta
Universitas Jember
DOI:
ABSTRACT
The development of the industrial sector is a function of the primary goal of public welfare. A spatial concentration approach in national and regional industrial policies can encourage product specialization and increase the efficiency and productivity of the industrial sector, which will positively impact economic growth. The purpose of this study is to identify the level of spatial concentration and analyze the factors influencing spatial concentration in the food, beverage, and tobacco industry subsector in Jember Regency. Data collection methods used documentation sourced from the Statistics Indonesia (BPS) and the Jember Regency Department of Industry and Trade. The analysis used the Herfindhal index and multiple linear regression using panel data from 2011 to 2015. Based on the analysis, the spatial concentration of the food, beverage, and tobacco industry subsector in Jember Regency is found in Wuluhan, Ambulu, and Kalisat Districts. The results of the multiple linear regression using panel data concluded that the variables of competition level, agglomeration strength, and population density have a significant positive effect on the concentration of the food, beverage, and tobacco industry subsector in Jember Regency.
Keywords: agglomeration, cluster, spatial concentration, competition
ABSTRAK
Pembangunan sektor industri ini merupakan suatu fungsi dari tujuan pokok kesejahteraan rakyat. Pendekatan konsentrasi spasial dalam kebijakan nasional maupun regional pada sektor industri mampu mendorong spesialisasi produk serta meningkatkan efesiensi dan produktivitas sektor industri yang tentunya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat konsentrasi spasial dan menganalisis faktor-aktor yang mempengaruhi konsentrasi spasial pada subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau di wilayah Kabupaten Jember. Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi yang bersumber dari BPS dan Disperindag Kabupaten Jember. Analisis yang digunakan adalah indeks Herfindhal dan Regresi Linier Berganda dengan menggunakan data panel yaitu tahun 2011-2015. Berdasarkan hasil analisis, diketahui konsentrasi spasial subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau di Kabupaten Jember berada di Kecamatan Wuluhan, Kecamatan Ambulu, dan Kecamatan Kalisat. Dari hasil regresi linier berganda data panel disimpulkan bahwa variabel tingkat persaingan, kekuatan aglomerasi, dan kepadatan penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap konsentrasi subsektor
industri makanan, minuman, dan tembakau di wilayah Kabupaten Jember.
Kata Kunci: aglomerasi, klaster, konsentrasi spasial, persaingan
Published
02-08-2017
Issue
Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
Pages
43-49
License
Copyright (c) 2017 Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
How to Cite
Wulandari, Y., Lestari, E. K., & Subagiarta, I. W. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi spasial industri di wilayah Kabupaten Jember (Studi kasus: Subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau). Jurnal Ekuilibrium, 1(2). p 43-49