Eka Andri Kurniawan
Universitas Jember
Meisyaroh Catur Wulandari
Universitas Jember
Dhian Kristantiningtyas
Universitas Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/jek.v10i1.60006
ABSTRACT
This study aims to analyze the causal or reciprocal relationship between inflation, the open poverty rate, and GDP growth, to determine the long-run relationship. Inflation and poverty rates are two key indicators of macroeconomic health that are theoretically explained through the trade-off relationship in the Phillips Curve, but empirical evidence in Indonesia shows inconsistent results. This study contributes to the macroeconomic literature by examining the dynamic relationship using semi-annual data from 2006S1-2026S1. The study use secondary time series data and analyzed using the Vector Autoregression (VAR) approach, including stationarity tests, optimal lag determination, Johansen cointegration tests, Granger causality tests, Impulse Response Function (IRF), and Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). The results of the cointegration test indicate that the three variables have a long-run equilibrium relationship, so the test is continued with the Vector Error Correction Model (VECM). Estimates show that the Phillips Curve is proven to apply in Indonesia, characterized by a significant negative relationship between poverty and inflation, while Okun's Law is not proven to apply, indicating that GDP growth has not consistently reduced the poverty rate in the Indonesian economy. The findings provide evidence of policy synchronization between inflation control and labor market policies. Inflation, open poverty rates, and GDP growth influence each other, have a two-way reciprocal relationship, and these variables are integrated and have a long-run relationship.
Keywords: GDP Growth, Inflation, Unemployment rate, VAR
ABSTRAK
Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kausal atau timbal balik antara inflasi, tingkat pengangguran terbuka, dan pertumbuhan PDB, serta untuk menentukan hubungan jangka panjangnya. Inflasi dan tingkat pengangguran merupakan dua indikator utama kesehatan makroekonomi yang secara teoritis dijelaskan melalui hubungan trade-off dalam Kurva Phillips, namun bukti empiris di Indonesia menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Studi ini berkontribusi pada literatur makroekonomi dengan meneliti hubungan dinamis menggunakan data setengah tahunan dari 2006S1-2026S1. Penelitian menggunakan data sekunder runtut waktu dan dianalisis dengan pendekatan Vector Autoregression (VAR), meliputi uji stasioneritas, penentuan lag optimal, uji kointegrasi Johansen, uji kausalitas Granger, Impulse Response Function (IRF), dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Hasil uji kointegrasi menunjukkan ketiga variabel memiliki hubungan keseimbangan jangka panjang, sehingga estimasi dilanjutkan dengan Vector Error Correction Model (VECM). Estimasi menunjukkan bahwa Kurva Phillips terbukti berlaku di Indonesia, ditandai oleh hubungan negatif yang signifikan antara pengangguran dan inflasi, sedangkan Hukum Okun tidak terbukti berlaku, mengindikasikan bahwa pertumbuhan PDB belum secara konsisten menekan tingkat pengangguran dalam perekonomian Indonesia. Temuan memberikan bukti sinkronisasi kebijakan antara pengendalian inflasi dan kebijakan pasar tenaga kerja. Inflasi, tingkat pengangguran terbuka, dan pertumbuhan PDB saling mempengaruhi satu sama lain, memiliki hubungan timbal balik dua arah, dan bahwa variabel-variabel tersebut terintegrasi dan memiliki hubungan jangka panjang.
Kata Kunci: Pertumbuhan PDB, Inflasi, Tingkat Pengangguran, VAR
Published
26-06-2026
Issue
Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
Pages
23-37
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
How to Cite
Kurniawan, E. A., Wulandari, M. C., & Kristantiningtyas, D. (2026). Interdependensi Inflasi Dan Tingkat Pengangguran Di Indonesia. Jurnal Ekulibrium, 10 (1), 23-37.