Dennis Noor Sudrajat
Universitas Jember
M. Abd. Nasir
Universitas Jember
Regina Niken Wilantari
Universitas Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/jek.v10i1.60003
ABSTRACT
Abstract
Sharp fluctuations in commodity prices are influenced by various factors, including pandemics, economic policies, and global inflation, which can create instability in commodity markets. One of the main determinants of commodity prices is monetary policy, which is influenced by macroeconomic indicators such as inflation, unemployment, and economic growth. Monetary policies implemented by central banks, particularly interest rate policies, play an important role in shaping commodity prices in global markets. This study aims to analyze the relationship between monetary policy, specifically interest rates, and rubber and palm oil commodity prices in three ASEAN countries: Indonesia, Malaysia, and Thailand, during the 1992–2022 period. The research employs a quantitative approach using the Structural Vector Autoregression (SVAR) method to examine the dynamics and interactions among these variables. The results indicate that monetary policy, reflected in changes in interest rates, has a negative relationship with rubber and palm oil prices in the short term across the three countries. Higher interest rates tend to suppress commodity prices due to reduced aggregate demand, increased borrowing costs, and lower purchasing power. However, this effect is temporary, as markets quickly adapt to monetary policy changes and commodity prices return to stability in the long run. These findings provide important insights for policymakers in designing more responsive policies to address commodity price fluctuations.
Keywords: Monetary Policy, Interest Rates, Rubber Prices, and Palm Oil Prices.
ABSTRAK
Abstrak
Fluktuasi tajam harga komoditas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pandemi, kebijakan ekonomi, dan lonjakan inflasi global yang dapat menyebabkan ketidakstabilan pasar komoditas. Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga komoditas adalah kebijakan moneter yang dipengaruhi oleh indikator ekonomi makro, seperti inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter yang diterapkan bank sentral, khususnya terkait suku bunga, berperan penting dalam memengaruhi harga komoditas di pasar global. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebijakan moneter, khususnya suku bunga, dengan harga komoditas karet dan minyak sawit di Indonesia, Malaysia, dan Thailand selama periode 1992–2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Vector Autoregression (SVAR) untuk menganalisis dinamika dan interaksi antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan suku bunga memiliki hubungan negatif dengan harga komoditas karet dan minyak sawit dalam jangka pendek di ketiga negara. Perubahan suku bunga dapat menekan harga komoditas akibat menurunnya permintaan agregat karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dan berkurangnya daya beli. Namun, dampak tersebut bersifat sementara karena pasar dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kebijakan moneter sehingga harga komoditas kembali stabil dalam jangka panjang. Temuan ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dalam merancang kebijakan yang lebih responsif terhadap fluktuasi harga komoditas.
Kata Kunci: Moneter, Suku Bunga, Harga Komoditas Karet, Harga Komoditas Minyak Sawit
Published
23 -11-2025
Issue
Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
Pages
38-67
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ekuilibrium Universitas Jember
How to Cite
Sudrajat, Dennis Noor., Nasir, M.Abd., Wilantari, Regina Niken. (2026). Pengaruh Suku Bunga Terhadao Fluktuasi Harga Komoditas Karet dan Minyak Sawit di ASEAN-3. Jurnal Ekulibrium, 10 (1), 38-67.